Pages

Kamis, 01 Desember 2011

DASAR TELEKOMUNIKASI


DASAR TELEKOMUNIKASI




Disususn oleh :

IRAWAN
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
410 5211 016


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2011/2012


Telekomunikasi
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan 'telekomunikasi' bentukkomunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:
  • Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pagertelevisi, dan radio.
  • Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Telepon dan VOIP.
  • Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy TalkieFAX, dan Chat Room

Komponen dasar telekomunikasi
Untuk bisa melakukan telekomunikasi, ada beberapa komponen untuk mendukungnya yaitu :
  • Informasi : merupakan data yang dikirim/diterima seperti suara, gambar, file, tulisan
  • Pengirim : mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim
  • Media transmisi : alat yang berfungsi mengirimkan dari pengirim kepada penerima. Karena dalam jarak jauh, maka sinyal pengirim diubah lagi / dimodulasi agar dapat terkirim jarak jauh.
  • Penerima : menerima sinyal listrik dan mengubah kedalam informasi yang bisa dipahami oleh manusia sesuai yang dikirimkan.

Analog dan digital
Dalam mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim, ada dua cara pengiriman yang dipakai.
Pertama adalah sinyal analog, mengubah bentuk informasi ke sinyal analog dimana sinyal berbentuk gelombang listrik yang kontinue (terus menerus) kemudian dikirim oleh media transmisi.
Kedua adalah sinyal digital, dimana setelah informasi diubah menjadi sinyal analog kemudian diubah lagi menjadi sinyal yang terputus-putus (discrete). Sinyal yang terputus-putus dikodekan dalam sinyal digital yaitu sinyal "0" dan "1".
Dalam pengiriman sinyal melalui media transmisi, sinyal analog mudah terkena gangguan terutama gangguan induksi dan cuaca, sehingga di sisi penerima sinyal tersebut terdegradasi. Sementara untuk sinyal digital tahan terhadap gangguan induksi dan cuaca, selama gangguan tidak melebih batasan yang diterima, sinyal masih diterima dalam kualitas yang sama dengan pengiriman.

Perkembagan sistem telekomunikasi
Sejak ditemukan telephone oleh Graham Bell, telekomunikasi telah berkembang pesat, bahkan bija jadi tercepat di antara sistem lain. Terutama setelah ditemukan transistor, Integrated Circuit (IC), sistem prosesor, dan sistem penyimpanan.

Sistem telekomunikasi
Sistem telekomunikasi terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang mamancarkan informasi dari satu tempat ke tempat lain. Sistem ini dapat memancarkan teks, data, grafik, suara, dokumen, atau video. Komponen utama suatu sistem telekomunikasi meliputi hal-hal berikut : 
  • Perangkat Keras Semua jenis komputer (Desktop, Server, Mainframe) dan pengolah komunikasi (modems atau komputer kecil yang digunakan untuk komunikasi).
  • Media Komunikasi Media fisik, dimana sinyal elektronik dialirkan, termasuk media tanpa kawat (digunakan dengan Cell Phone dan satelit). -Jaringan Komunikasi Jalur antar komputer dan alat komunikasi Perangkat Lunak Komunikasi Perangkat lunak yang mengendalikan sistem telekomunikasi dan keseluruhan proses transmisi.
  • Penyedia Komunikasi Data Suatu perusahaan yang menyediakan jasa atau layanan komunikasi data. 
  • Protokol Komunikasi Aturan untuk mengirimkan informasi pada sistem Aplikasi Komunikasi Pertukaran data secara elektronik, teleconferencing, videconferencing, e-mail, reproduksi, dan perpindahan data secara elektronik._Untuk memancarkan dan menerima informasi, suatu sistem telekomunikasi harus melaksanakan sejumlah fungsi terpisah yang transparant kepada pengguna.
Sistem telekomunikasi terdiri dari dua sisi yaitu Pengirim Informasi (Tansmitter of Information) dan Penerima Informasi (Receiver of Information) Sistem telekomunikasi harus melakukan hal-hal berikut : 
*Memancarkan informasi Membangun/Membuat interface antara pengirim dan penerima Mengirimkan pesan melalui rute yang efisien Memastikan bahwa pesan yang benar diterima oleh penerima yang berhak Memeriksa kesalahan yang terjadi pada pesan dan melakukan penyusunan kembali terhadap format pesan jika perlu. Konversi pesan dari satu kecepatan ke kecepatan lain (komputer pada umumnya lebih cepat dari media komunikasi). Memastikan bahwa alat pengiriman, alat penerima dan jalur komunikasi beroperasi. Menjaga keamanan informasi setiap saat.


Media Telekomunikasi 
Media Telekomunikasi menghantar dua jenis sinyal, digital dan analog. Sinyal analog adalah gelombang kontinyu yang memancarkan informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Sinyal analog mempunyai 2 parameter, yaitu amplitudo dan frekuensi. Semakin tinggi gelombang (atau amplitudo), maka semakin kuat bunyi suara, dan semakin tinggi frekuensi. Sinyal digital tidak mempunyai bentuk karakteristik gelombang. Melainkan, adalah denyut nadi terpisah baik dalam keadaan menyala atau tidak. Hal ini memungkinkan sinyal digital untuk menyampaikan informasi dalam suatu format biner yang dapat dengan jelas ditafsirkan oleh komputer. 
Tranducer telekomunikasi
Transduser adalah sebuah alat yang mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya lainnya untuk berbagai tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi (misalnya, sensor tekanan). Transduser bisa berupa peralatan listrik,elektronik, elektromekanik, elektromagnetik, fotonik, atau fotovoltaik. Dalam pengertian yang lebih luas, transduser kadang-kadang juga didefinisikan sebagai suatu peralatan yang mengubah suatu bentuk sinyal menjadi bentuk sinyal lainnya.Contoh yang umum adalah pengeras suara (audio speaker), yang mengubah beragam voltase listrik yang berupa musik atau pidato, menjadi vibrasi mekanis. Contoh lain adalah mikrofon, yang mengubah suara kita, bunyi, atau energi akustik menjadi sinyal atau energi listrik.
Suatu definisai mengatakan “transducer adalah sebuah alat yang bila digerakkan oleh energi di dalam sebuah sitem transmisi, menyalusrkan energi dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi kedua”. Transmisi kedua ini bisa listrik, mekanik, kimia, optik (radiasi) atau termal (panas).
Sebagai contoh, definisi transducer yang luas ini mencakup alat-alat yang mengubah gaya atau perpindahan mekanis menjadi sinyal listrik. Alat-alat ini membentuk kelompok transducer yang sangat besar dan sangat penting yang lazim ditemukan dalam instrumentasi industri; dan ahli instrumentasi terutama berurusan dengan jenis pengubahan energi ini. Banyak parameter fisis lainnya (seperti panas, intensitas cahaya, kelembaban) juga dapt diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan transducer. Transducer-transducer ini memberikan sebuah sinyal keluaran bila diransang oleh sebuah masukan yang bukan mekanis; sebuah transmistor bereaksi terhadap variasi temperatur; sebuah fotosel bereaksi terhadap perubahan intensitas cahaya; sebuah berkas elektron terhadap efek-efek maknetik, dan lain-lain. Namun dalam semua hal, keluaran elektris yang diukur menurut metoda standar memberikan besarnya besaran masukan dalam bentuk ukuran elektris analog.
Transducer dapat dikelompokan berdasakan pemakaiannya, metoda pengubahan energi, sifat dasar sinyal keluaran dan lain-lain. Tabel dibawah menunjukan suatu pengelompokan transducer berdasarkan prinsip listrik yang tersangkut. Bagian pertama tabel tersebut memberi daftar transducer yang memberikan daya luar. Ini adalah transducer pasif, yang memberi tambahan dalam sebuah parameter listrik seperti halnya tahanan, kapasitansi dan lain-lain yang dapat diukur sebagai suatu perubahan tegangan atau kuat arus. Kategori berikutnya adalah transducer jenis pembangkit sendiri, yang menghasilkan suatu tegangan atau arus analog bila dirangsang dengan suatu bentuk fisis energi. Transducer pembangkit sendiri tidak memerlukan daya dari luar.
Sistem komunikasi digital dan analog merupakan salah satu perkembangan teknologi komunikasi yang sedang pesat saat ini. Dalam elektronik, sebuah pengubah analog-ke-digital (bahasa Inggris: analog-to-digital converter, disingkat ADC) adalah suatu kalang elektronik yang mengubah informasi/isyarat analog menjadi isyaratdigital.Cara kerjanya : Banyak masukan, terutama yang berasal dari transduser, merupakan isyarat analog yang harus disandikan menjadi informasi digital sebelum masukan itu diproses, dianalisa atau disimpan di dalam kalang digital. Pengubah mengambil masukan, mencobanya, dan kemudian memproduksi suatu kata digital bersandi yang sesuai dengan taraf dari isyarat analog yang sedang diperiksa. Keluaran digital bisa berderet (bit demi bit) atau berjajar dengan semua bit yang disandikan disajikan serentak. Dalam sebagian besar pengubah, isyarat harus ditahan mantap selama proses pengubah.

Komunikasi Data
Komunikasi data adalah pengiriman data menggunakan transmisi elektronik dari terminal atau komputer satu ke terminal atau komputer lain. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data disebut jaringan komunikasi data. Jaringan komunikasi data merupakan komponen penting bagi peradaban masyarakat di abad ini, yaitu peradaban yang didominasi oleh komputer dan yang menjadikan informasi menjadi komoditas utama. 

Jaringan dalah seri atau deratan dari beberapa poin "node" yang dihubungkan oleh beberapa jenis saluran komunikasi sedangkan jaringan komputer merupakan kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang saling terhubung. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi sehingga memungkainkan pengguan jaraningan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data. Kumpulan jaringan komunikasi data dan orang yang mengirim, menerima serta mengolha dan mengendalikan jraingan, membentuk sistem komunikasi data. contoh terminal data (yang umum) yaitu : printer, monito PC, Keyboard, Plotter, Scanner dan masih banyak lagi.

Elemen-elemen komunikasi data yaitu:
  • Source (Sumber data)
  • Transmitter (Media Transmisi)
  • Transmisi System (Sistem Transmisi)
  • Recevier (Penerima Data)
  • Destination (Tujuan)
Sumber Data adalah elemen yang bertugas mengirim informasi atau data kepada media transmisi. Sumber data pada umumnya dilengkapi dengan alat antarmuka atau transducer yang dapat mengubah infotrmasi yang akan dikirimkan menjadi bentuk yang sesuai dengan transmisi yang di gunakan, misalnya menjadi
  • Pulsa listrik
  • Gelombang electromagnet
  • pulsa digital seperti PCM (Pulsa Code Modulation)
Media Transmisi merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. beberapa medai transmisi dapat digunakan chanel (jalus) transmisi atau caarier dariu data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik dan lai-lain. Dalam hal ini media transmisi bertugas menerima berita yang dikirim oleh sumber data. Sedangkan proses pengubahan informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi disebut modulasi. bila sinyal dimodulasi, maka sinyal akan mampu menempuh jarak yang jauh. dan proses sebaliknya disebut demodulasi. Media transmisi dapat berbentuk :
  • Twisted Pair
  • Kabel Coaxial
  • Kabel FO
  • Gelombang Elektromagnetik, dll
Uuntuk mengetahui mengenai transmisi data lebih jauh, maka kita perlu mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan proses media transmisi data. hal tersebut menyangkut:
  • Media transmisi
  • Kapasasitas chanel transmisi
  • Tipe dari chanel transimi
  • Kode transmisi yang digunakan
  • Metode transmisi
  • Protokol
  • Penanganan kesalah transmisi
Pengertian penerima data adalah alat yang menerima data atau informasi, misalkan pesawat telepon, terninal komputer, dan lain-lain. Berfungsi menerima data yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi yang melalui terminal data. Perima merupakan suata alat yang disebut receiver yang fungsinya untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap dan digunakan oleh penerima. Sebagai contoh modem yang berfungsi sebagai receiver yang menerima sinyal analog yang dikirim melalui kabel telepon dan mengubahnya menjadi suatu bit stream agar dapat ditangkap oleh komputer penerima.


Sumber :

PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID

PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID
DI PANTAI PANDANSIMO BANTUL



























Disusun Oleh :
Nama                 : Irawan
NIM                   : 410 5211 016
Jurusan             : Teknik Elektro



FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2011/2012
BAB I. PENDAHULUAN

1.      Latar belakang

Kebutuhan energi dewasa ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Hal ini menyebabkan adanya indikasi terjadinya krisis energi di dunia. Salah satu penyebab dari krisis energi tersebut adalah masih besarnya tingkat ketergantungan pada sumber energi fosil terutama minyak bumi. Seperti diketahui bahwa cadangan minyak bumi yang tersedia dibumi terbatas. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya agar tercipta keseimbangan energi yang baik.

Energi alternatif adalah solusi untuk meningkatkan peran energi terbarukan dalam rangka menjamin keamanan pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat secara berkelanjutan, baik untuk kegunaan di bidang pembangkitan energi listrik maupun di bidang transportasi.

Seperti diketahui, kegiatan penyediaan tenaga listrik dan transportasi merupakan kegiatan penyediaan sarana dan komoditas penggerak roda perekonomian nasional yang vital dan strategis guna meningkatkan pasokan energi terbarukan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat secara efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.

Hybrid System atau Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) merupakan salah satu alternatif sistem pembangkit yang tepat diaplikasikan pada daerah-daerah yang sukar dijangkau oleh sistem pembangkit besar seperti jaringan PLN atau PLTD. PLTH ini memanfaatkan renewable energy sebagai sumber utama (primer) yang dikombinasikan dengan Diesel Generator sebagai sumber energi cadangan (sekunder).
Pada PLTH, renewable energy yang digunakan dapat berasal dari energi matahari, angin, dan lain-lain yang
dikombinasikan dengan Diesel-Generator Set sehingga menjadi suatu pembangkit yang lebih efisien, efektif dan handal untuk dapat mensuplai kebutuhan energi listrik.


  1. Tujuan

Pembahasan dan penyusunan laporan mengenani pembangkit listrik tenaga Hybrid pemanfaatan tenaga angin di kombinasikan dengan tenaga surya ini bertujuan untuk :
1.      Sebagai suatu bentuk riset guna pengembangan teknologi untuk menciptakan energi yang baru dan terbarukan.
2.      Pemanfaatan sumber daya energi alternatif yang dapat dimaksimalkan kegunaannya.

BAB II. HASIL OBSERVASI

Hybrid System atau Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) merupakan salah satu alternatif sistem pembangkit yang tepat diaplikasikan pada daerah-daerah yang sukar dijangkau oleh sistem pembangkit besar seperti jaringan PLN atau PLTD. PLTH ini memanfaatkan renewable energy sebagai sumber utama (primer) yang dikombinasikan dengan Diesel Generator sebagai sumber energi cadangan (sekunder).

Pada PLTH, renewable energy yang digunakan dapat berasal dari energi matahari, angin, dan lain-lain yang dikombinasikan dengan Diesel-Generator Set sehingga menjadi suatu pembangkit yang lebih efisien, efektif dan handal untuk dapat mensuplai kebutuhan energi listrik baik sebagai penerangan rumah atau kebutuhan peralatan listrik yang lain seperti TV, pompa air, strika listrik serta kebutuhan industri kecil di daerah tersebut. Dengan adanya kombinasi dari sumber-sumber energi tersebut, diharapkan dapat menyediakan catu daya listrik yang kontinyu dengan efisiensi yang paling optimal.

Gambar berikut memperlihatkan contoh sistem PLTH yang mengkombinasikan Tenaga Surya, Tenaga Angin, dan Diesel Generator





Prinsip Kerja PLTH

Cara kerja Pembangkit Listrik Sistim Hybrida Surya Bayu dan Diesel sangat tergantung dari bentuk beban atau fluktuasi pemakain energi (load profile) yang mana selama 24 jam distribusi beban tidak merata untuk setiap waktunya. Load profil ini sangat dipengaruhi penyediaan energinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka kombinasi sumber energi antara Sumber energi terbarukan dan Diesel Generator atau disebut Pembangkit Listrik Sistem Hibrida adalah salah satu solusi paling cocok untuk sistem pembangkitan yang terisolir dengan jaringan yang lebih besar seperti jaringan PLN.

Pada umumnya PLTH bekerja sesuai urutan sebagai berikut:

1. Pada kodisi beban rendah, maka beban disuplai 100% dari baterai dan PV module, selama kondisi baterai masih penuh sehingga diesel tidak perlu beroperasi.

2. Untuk beban diatas 75% beban inverter (tergantung setting parameter) atau kondisi baterai sudah kosong sampai level yang disyaratkan, diesel mulai beroperasi untuk mensuplai beban dan sebagian mengisi baterai sampai beban diesel mencapai 70-80% kapasitasnya (tergantung setting parameter). Pada kondisi ini Hybrid Controller bekerja sebagai charger (merubah tegangan AC dari generator menjadi tegangan DC) untuk mengisi baterai.

3. Pada kondisi beban puncak baik diesel maupun inverter akan beroperasi dua-duanya untuk menuju paralel sistem apabila kapasitas terpasang diesel tidak mampu sampai beban puncak. Jika kapasitas genset cukup untuk mensuplai beban puncak, maka inverter tidak akan beroperasi paralel dengan genset.

Semua proses kerja tersebut diatas diatur oleh System Command Unit yang terdapat pada Hybrid Controller. Proses kontrol ini bukan sekedar mengaktifkan dan menonaktifkan diesel tetapi yang utama adalah pengaturan energi agar pemakain BBM diesel menjadi efisien. Parameter Pemakaian BBM dinyatakan dengan Specified Fuel Consumption (SFC),yaitu besar atau volume bahan bakar untuk dapat menghasilkan energi tertentu dari suatu diesel-generator. Nilai SFC tergantung efisiensi engine dan berapa persen daya yang dipikul oleh engine terhadap kapasitas maksimumnya, yang nilainya antara 0.25 - 0.5 liter/kWh. NIlai optimum diperoleh saat pembebanan genset 75%-80%





Contoh aplikasi PLTH





Namun perlu diperhatikan ketika kita akan memasang Hybrid adalah seberapa besar potensi Angin di daerah yang bersangkutan.


  1. Pembangkit Listrik Tenaga Angin




Energi angin merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi listrik domestik, khususnya wilayah terpencil.Pembangkit energi angin yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini bebas polusi dan sumber energinya yaitu angin tersedia di mana pun, maka pembangkit ini dapat menjawab masalah lingkungan hidup dan ketersediaan sumber energi.
Dari data Blueprint Energi Nasional, Departemen ESDM RI dapat dilihat bahwa potensi PLTB di Indonesia sangat menarik untuk dikembangkan karena dari potensi sebesar 9,29 GW, baru sekitar 0,5 GW yang dikembangkan, yang berarti baru sekitar 5,38%. Secara implisit, hal ini menyiratkan bahwa jumlah penelitian dan jumlah peneliti yang tertarik mengembangkan teknologi ini masih sangat sedikit. Prospek pengembangan teknologi ini masih sangat tinggi. Beberapa wilayah di Indonesia disinyalir dapat berkontribusi besar terhadap penggunaan pembangkit listrik tenaga angin diantaranya wilayah NTT, Maluku, dan beberapa wilayah Indonesia bagian timur.
Namun dari survey dan studi literatur dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pengembangan teknologi P
embangkit listrik Tenaga Angin di Indonesia menghadapi beberapa masalah penting yang harus dipecahkan karena menghambat pengembangan dan mengurangi minat masyarakat untuk memakai energi angin ini, yaitu:
1. Rendahnya distribusi kecepatan angin di Indonesia. Daerah di Indonesia rata-rata hanya memiliki kecepatan angin pada kisaran 2,5 – 6 m/s.
2. Besarnya fluktuasi kecepatan angin di Indonesia. Yang berarti profil kecepatan angin selalu berubah secara drastis dengan interval yang cepat.
Peta persebaran potensi angin Indonesia. Dapat dilihat bahwa distribusi kecepatannya relatif rendah.
Dengan rata-rata kecepatan angin yang rendah, generator yang dipasang harus dirancang untuk berputar secara optimal pada kecepatan angin yang rendah (yang kemungkinan terjadinya paling besar). Masalahnya, karena fluktuasi kecepatan angin di Indonesia cukup besar, kecepatan angin sering melonjak tinggi selama beberapa saat. Jika kita merancang generator untuk berputar secara optimal pada kecepatan angin rendah, generator tidak akan kuat menahan kecepatan angin yang tinggi. Akibatnya generator akan rusak.
Maka dari itu, biasanya turbin angin yang dipasang di Indonesia tidak dirancang untuk berputar secara optimal pada kecepatan rendah yang kemungkinan terjadinya paling besar tersebut. Biasanya turbin angin yang dipasang di Indonesia dirancang untuk berputar secara optimal pada kecepatan angin yang sedikit lebih tinggi daripada kecepatan rendah yang dimaksud tadi.

Namun solusi ini menghadapi masalah baru yaitu turbin tidak akan berputar dengan baik pada kecepatan yang sangat rendah (yang sering terjadi juga karena besarnya fluktuasi). Akibatnya daya tidak terbangkitkan pada kecepatan rendah. Maka sistem turbin angin di Indonesia sering tidak menghasilkan daya (karena kecepatan sangat rendah cukup sering terjadi).


B. Pembangkil Listrik Tenaga Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia, paling populer digunakan untuk listrik pedesaan (terpencil), system seperti ini populer dengan sebutan SHS (Solar Home System). SHS umumnya berupa system berskala kecil, dengan menggunakan modul surya 50-100 Wp (Watt Peak) dan menghasilkan listrik harian sebesar 150-300 Wh. Karena skalanya yang kecil, system DC (direct current) lebih disukai, untuk menghindari losses dan self consumption akibat digunakannya inverter.
Konfigurasi SHS seperti diagram dibawah ini:
                                 


Karena systemnya yang kecil dan dipasang secara desentralisasi (satu rumah satu pembangkit, sehingga tidak memerlukan jaringan distribusi) SHS ideal digunakan untuk listrik di pedesaan dimana jarak rumah satu dengan lainnya berjauhan, dan keperluan listriknya relatif kecil, yakni hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar (lampu). Meskipun secara pengertian SHS dapat saja berupa system yang besar (sejauh masih digunakan untuk listrik rumah), namun kebanyakan orang cenderung tidak menggunakan istilah SHS untuk system yang menggunakan modul lebih besar dari 100Wp (atau produksi energi harian >400Wh). Kecilnya listrik yang dapat disediakan oleh SHS (kecil menurut definisi orang kota yang sering menggunakan listrik jauh diatas produksi SHS, padahal bagi orang desa listrik sejumlah itu sangat bermanfaat, karena dibandingkan lampu minyak tanah, yakni lampu teplok/petromak), ditambah lagi dengan relatif sulitnya mencari peralatan elektronik rumah tangga (TV, Radio/Tape dll) yang menggunakan system DC, membuat SHS tidak menarik untuk penggunaan di desa-desa dekat kota atau di perkotaan, dimana kebutuhan listrik sudah tidak melulu hanya untuk lampu penerangan.


Meskipun belum ada batasan yang jelas, PLTS yang menggunakan modul surya lebih dari 100Wp (Output energi >400Wh), dan oleh karenanya lebih memungkinkan digunakan system AC (Alternating current; karena listrik yang dapat digunakan setelah dikurangi losses dan self consumption inverter masih cukup memadai), dalam tulisan ini, termasuk dalam kategori PLTS skala menengah-besar. PLTS pada skala ini umumnya tidak lagi menggunakan system desentralisasi, tetapi menggunakan system sentralisasi ( dus menggunakan jaringan distribusi), dan dikombinasikan dengan system pembangkit lainnya.

Keunggulan terpenting dari penggunaan PLTS adalah:

1. Tergolong kedalam sumber energy terbarukan dan ramah lingkungan.
2. Tidak memerlukan biaya maintenance dan biaya operasi.
3. Memiliki umur tek nis lebih dari 30 tahun.




BAB III. PEMBAHASAN OBSERVASI

            Kementerian Negara Riset dan Teknologi tengah mengembangkan energi listrik hibrid dengan memanfaatkan potensi tenaga angin dan panas matahari di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemanfaatan teknologi itu untuk mewujudkan penggunaan sumber energi baru dan terbarukan. Angin laut dan darat di pantai tersebut memiliki kecepatan rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap.

Kekuatan kecepatan angin di Pantai Pandansimo termasuk rendah, sehingga dikombinasikan dengan energi sel surya. Kombinasi tenaga angin dan matahari itu menghasilkan energi listrik sebesar 130 kilowatt (kw) per hari.

Energi sebesar itu dihasilkan dari 35 turbin angin dengan tinggi rata-rata 18 meter, terdiri atas 26 turbin angin dengan kapasitas satu kw, enam turbin angin 2,5 kw, dua turbin angin 10 kw, dan satu turbin angin 50 kw, yang didukung 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kwp.

Instalasi turbin dan sel surya yang sudah terpasang akhir tahun lalu tersebut telah dimanfaatkan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Energi listrik yang dihasilkan sebesar 130 kw itu digunakan untuk menghidupkan mesin produksi es balok yang sering dimanfaatkan para nelayan.

Pemanfaatan energi listrik hibrid itu saat ini sepenuhnya untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat nelayan dan petani sekitar. Meskipun pemanfaatan teknologi kincir angin dan tenaga matahari di Pandansimo masih sebatas proyek percontohan, pemanfaatan teknologi itu sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersumber dari energi baru dan terbarukan. Teknologi ini mendukung aktivitas semangat konservasi lingkungan dan produksi teknologi untuk pengelolaan energi berbasis sumber daya local.



BAB IV. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat kami tarik dari penjelasan sebelumnya adalah bahwa indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan yang sangat banyak yang dapat di aplikasikan di seluruh wilayah indonesia. Yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin guna memenuhi kebutuhan energi yang ada. Sehingga tidak akan ada krisis energi di indonesia.

Sumber :
·         http://www.republika.co.id/
·         http://www.vivanews.com/pembangkit-listrik-hybrid









Sabtu, 25 Juni 2011

                           DAFTAR BIAYA UPAH DAN BAHAN PER SATUAN PEKERJAAN No Satuan pekerjaan Lama Harga Satuan Upah Bahan pengerjaan 1 persiapan pembangunan proyek             pembebasan lahan 1000m²        Rp               100.000,00    Rp      100.000.000,00   ijin IMB            Rp          1.000.000,00   rancangan gambar kerja               Upah                 1 Org Arsitek   24 hari  Rp            5.000.000,00  Rp           5.000.000,00                   2 pengukuran dan pemasangan bowplank             Bahan                 100 buah kayu meranti bekisting      Rp                  20.000,00    Rp          2.000.000,00     20 kg paku        Rp                    6.000,00    Rp              120.000,00   Upah                 10 Org pembantu tukang 2 hari  Rp                  30.000,00  Rp               600.000,00       1 Org mandor   2 hari  Rp                  50.000,00  Rp               100.000,00       10 Org tukang kayu 2 hari  Rp                  40.000,00  Rp               800.000,00                                   3 pekerjaan pembersihan lahan             Bahan               Upah                 10 Org pembantu tukang 2 hari  Rp                  30.000,00  Rp               600.000,00       1 Org mandor   2 hari  Rp                  50.000,00  Rp               100.000,00                                   4 pekerjaan penggalian tanah             Bahan               Upah                 1 buah sewa backow 2 hari  Rp            1.000.000,00  Rp           2.000.000,00       1 Org mandor   2 hari  Rp                  50.000,00  Rp               100.000,00                                   5 pasang pondasi             Bahan                 100 m³ batu belah      Rp                  50.000,00    Rp          5.000.000,00     500 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp              750.000,00     25 m³ pasir        Rp               100.000,00    Rp          2.500.000,00     500 batang besi 8 mm      Rp                  30.000,00    Rp        15.000.000,00     10 kg kawat        Rp                  15.000,00    Rp              150.000,00   Upah                 20 Org pembantu tukang 9 hari  Rp                  30.000,00  Rp           5.400.000,00       10 Org tukang bangunan 9 hari  Rp                  40.000,00  Rp           3.600.000,00       2 Org mandor   9 hari  Rp                  50.000,00  Rp               900.000,00                                   6 pasang dinding bata merah untuk dapur, MCK             mushola dan pagar             Bahan                 10.000 buah batu bata        Rp                        500,00    Rp          5.000.000,00     500 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp              750.000,00     25 m³ pasir        Rp               100.000,00    Rp          2.500.000,00   Upah                 20 Org pembantu tukang 12 hari  Rp                  30.000,00  Rp           7.200.000,00       10 Org tukang bangunan 12 hari  Rp                  40.000,00  Rp           4.800.000,00       2 Org mandor   12 hari  Rp                  50.000,00  Rp           1.200.000,00                                   7 pembuatan kolam dan fasilitasnya             Bahan                 5000 buah batu bata        Rp                        500,00    Rp          2.500.000,00     400 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp              600.000,00     25 m³ pasir        Rp               100.000,00    Rp          2.500.000,00   Upah                 20 Org pembantu tukang 12 hari  Rp                  30.000,00  Rp           7.200.000,00       10 Org tukang bangunan 12 hari  Rp                  40.000,00  Rp           4.800.000,00       2 Org mandor   12 hari  Rp                  50.000,00  Rp           1.200.000,00                                   8 pembuatan gasebo dan pemasangan atap              untuk MCK dan Mushola               Bahan                 100 buah  bambu untuk tiang      Rp                  30.000,00    Rp          3.000.000,00     600 buah bambu kecil      Rp                    4.000,00    Rp          2.400.000,00     100 kg paku        Rp                    6.000,00    Rp              600.000,00     200 buah sirap / atap daun      Rp                  10.000,00    Rp          2.000.000,00     100 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp              150.000,00     15 m³ pasir        Rp               100.000,00    Rp          1.500.000,00     500 buah genteng press sokka      Rp                    1.000,00    Rp              500.000,00   Upah                 20 Org pembantu tukang 9 hari  Rp                  30.000,00  Rp           5.400.000,00       10 Org tukang kayu 9 hari  Rp                  40.000,00  Rp           3.600.000,00       2 Org mandor   9 hari  Rp                  50.000,00  Rp               900.000,00                                   9 pembuatan taman bunga             Bahan                 500 buah batu bata        Rp                        500,00    Rp              250.000,00     5 m³ pasir        Rp               100.000,00    Rp              500.000,00     60 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp                90.000,00     500 bh bunga mawar      Rp                    5.000,00    Rp          2.500.000,00     500 bh bunga tulip      Rp                    5.000,00    Rp          2.500.000,00     500 bh bunga anggrek      Rp                    5.000,00    Rp          2.500.000,00     500 bh bungabougenville      Rp                    5.000,00    Rp          2.500.000,00     500 bh bunga matahari      Rp                    5.000,00    Rp          2.500.000,00     2000 bh rumput        Rp                    2.000,00    Rp          4.000.000,00   Upah                 5 Org tukang taman (borongan)      Rp               400.000,00  Rp           2.000.000,00       5 Org tukang bangunan 6 hari  Rp                  40.000,00  Rp           1.200.000,00       10 Org  pembantu tukang 6 hari  Rp                  30.000,00  Rp           1.800.000,00                   10 pembuatan fasilitas outbond               Bahan                 3 m³ pasir         Rp               100.000,00    Rp              300.000,00     40 kg semen        Rp                    1.500,00    Rp                60.000,00     1 set flying fox        Rp            5.000.000,00    Rp          5.000.000,00     1 set birma crosser      Rp            2.500.000,00    Rp          2.500.000,00     1 set hell  barier      Rp            2.500.000,00    Rp          2.500.000,00   Upah                 2 Org tukang las        Rp           1.000.000,00       5 Org  tukang bangunan 6 hari  Rp                  40.000,00  Rp           1.200.000,00       10 Org pembantu tukang 6 hari  Rp                  30.000,00  Rp           1.800.000,00   11 instalasi dan sanitasi              Bahan                 50 m pipa pvc 4"      Rp                  15.000,00    Rp              750.000,00     20 m pipa pvc 2"      Rp                    7.500,00    Rp              150.000,00     20 m pipa pvc 1"      Rp                    5.000,00    Rp              100.000,00     50 m pipa pvc 0.75"      Rp                    3.000,00    Rp              150.000,00     20 buah kran air 0.75"      Rp                    3.000,00    Rp                60.000,00     20 buah elbow pipa      Rp                    3.000,00    Rp                60.000,00     30 roll TBA        Rp                    1.000,00    Rp                30.000,00     100 m Kabel listrik      Rp                    1.500,00    Rp              150.000,00     100 m Pipa Paralon 5/8"      Rp                    1.000,00    Rp              100.000,00     14 buah saklar        Rp                    5.000,00    Rp                70.000,00     20 roll Isolator        Rp                    1.000,00    Rp                20.000,00     20 buah fitting         Rp                    5.000,00    Rp              100.000,00     30 buah T. Dos PVC      Rp                    1.000,00    Rp                30.000,00     16 buah Stop Kontak      Rp                    5.000,00    Rp                80.000,00     2 set mcb box        Rp                  20.000,00    Rp                40.000,00     4 buah mcb utama 10A      Rp                  20.000,00    Rp                80.000,00     6 set Wastafel Lengkap KIA/INA      Rp               100.000,00    Rp              600.000,00     6 buah Closet Jongkok       Rp               100.000,00    Rp              600.000,00     6 buah Kusen Aluminium Indalek 4"      Rp               100.000,00    Rp              600.000,00     6 buah pintu aluminium tegak "Indalek"      Rp               100.000,00    Rp              600.000,00     20 kg paku        Rp                    6.000,00    Rp              120.000,00   Upah                 10 Org pembantu tukang 6 hari  Rp                  30.000,00  Rp           1.800.000,00       10 Org tukang kayu 6 hari  Rp                  40.000,00  Rp           2.400.000,00       10 Org tukang bangunan 6 hari  Rp                  40.000,00  Rp           2.400.000,00       5 Org tukang pipa (borongan)        Rp           2.000.000,00       5 Org tukang listrik (borongan)        Rp           2.000.000,00       2 Org mandor   6 hari  Rp                  50.000,00  Rp               600.000,00                                   12 finishing               Bahan                 50 Kg Cat Tembok      Rp                    5.000,00    Rp              250.000,00     10 Ltr Plamir        Rp                  10.000,00    Rp              100.000,00     50 Lbr amplas        Rp                    1.000,00    Rp                50.000,00     5 Ltr Cat Meni        Rp                  10.000,00    Rp                50.000,00     30 Ltr Minyak Cat      Rp                  10.000,00    Rp              300.000,00     50 Kg Cat Kayu         Rp                    5.000,00    Rp              250.000,00     20 buah lampu TL 40W      Rp                  50.000,00    Rp          1.000.000,00   Upah                 20 Org pembantu tukang 6 hari  Rp                  30.000,00  Rp           3.600.000,00       2 Org mandor   6 hari  Rp                  50.000,00  Rp               600.000,00                                   13 jumlah lama pengerjaan dan total biaya 96 hari    Rp         74.900.000,00  Rp        83.710.000,00                       total biaya  Rp       158.610.000,00 sumeber dana : pribadi